Diary
pertama
“ Diary... 27
Februari 2012
Cinta itu buta,cinta itu anugrah dari Tuhan,tapi mengapa
setiap aku belajar mencintai seseoran yang berawal manis namun berakhir sakit.
Apa ini yang dinamakan karma ?
Banyak cinta yang kutolak dan banyak juga cinta yanmg kurasakan saat ini.Ku harap aku akan menemukan cinta sejatiku ya Diary . #Amiinnn
Apa ini yang dinamakan karma ?
Banyak cinta yang kutolak dan banyak juga cinta yanmg kurasakan saat ini.Ku harap aku akan menemukan cinta sejatiku ya Diary . #Amiinnn
Salam
Dzakiyah “
Sore yang memaksaku untuk mencurahkan isi hatiku untuk saat
inI,ya .. Diary yang ku tuliskan dengan tinta berwarna ungu yang bertaburkan
gliter membuat diryku terlihat lebih anggun,Angin yang menyapu rambutku menjadi
jelamaan rasa takutku untuk merasakan cinta lagi dan lagi.
Entah setan apa yang membuat aku menjadi takut dan trauma atas apa yang dinamakan C I N T A .
Sebenarnya hanya empat huruf,lima huruf saja bisa membuatku trauma untuk merasakanya.Hanya Cinta kepada Penciptaku,Ayah Ibuku,dan Keluarga beserta Sahabat sahabatku.Hanya itu yang dapat aku rasakan apa yang namanya Cinta.
Dan aku mulai berfikir kenapa sahabat sahabatku dapat semudah itu merasakan cinta yang tiba tiba datang lalu sekejab ditinggalkan dan melekat ke cinta lain ? Semudah itukah ?
Sebenarnya Cinta yang datang ke kehidupanku tidak sedikit,selama aku merasakan trauma saat ini ada beberapa kumbang yang menghinggap.Namun aku tak bisa menerimanya,sedangkan kumbang yang aku inginkan tak menghinggapiku,melainkan hinggap di bunga yang menurutku tidak secantik dan seindah aku.
Sudahlah abaikan tentang Crita ini,aku cukup sakit untuk mengingatnya.Sebuah kata Cinta yang susah di pahami oleh anak seusiaku ini.
Hari berganti,kujalani kehidupanku seperti biasanya,ke sekolah dengan harap harap cemas,apa yang akan terjadi nanti,menebak nebak tak terkira.
Terkadang tebakanku tak banyak yang salah,Lusi telah mengahadangku di depan pintu kelas sambil memainkan Hp nya yang di tangan,dengan muka kusut yang tak karu karuan,fikiranku mulai melayang kemana mana,kenapa anak itu,tak biasanya dia seperti itu,biasanya dia tak berangkat sepagi itu . “ Hey,kenapa kamu Lus” tanyaku sambil mengerutkan alis “Tak apa,hanya saja Sigit yang membuatku datang sepagi ini dan membuatku se bodoh ini “ gumamnya sambil memainkan Hpnya lagi
Entah setan apa yang membuat aku menjadi takut dan trauma atas apa yang dinamakan C I N T A .
Sebenarnya hanya empat huruf,lima huruf saja bisa membuatku trauma untuk merasakanya.Hanya Cinta kepada Penciptaku,Ayah Ibuku,dan Keluarga beserta Sahabat sahabatku.Hanya itu yang dapat aku rasakan apa yang namanya Cinta.
Dan aku mulai berfikir kenapa sahabat sahabatku dapat semudah itu merasakan cinta yang tiba tiba datang lalu sekejab ditinggalkan dan melekat ke cinta lain ? Semudah itukah ?
Sebenarnya Cinta yang datang ke kehidupanku tidak sedikit,selama aku merasakan trauma saat ini ada beberapa kumbang yang menghinggap.Namun aku tak bisa menerimanya,sedangkan kumbang yang aku inginkan tak menghinggapiku,melainkan hinggap di bunga yang menurutku tidak secantik dan seindah aku.
Sudahlah abaikan tentang Crita ini,aku cukup sakit untuk mengingatnya.Sebuah kata Cinta yang susah di pahami oleh anak seusiaku ini.
Hari berganti,kujalani kehidupanku seperti biasanya,ke sekolah dengan harap harap cemas,apa yang akan terjadi nanti,menebak nebak tak terkira.
Terkadang tebakanku tak banyak yang salah,Lusi telah mengahadangku di depan pintu kelas sambil memainkan Hp nya yang di tangan,dengan muka kusut yang tak karu karuan,fikiranku mulai melayang kemana mana,kenapa anak itu,tak biasanya dia seperti itu,biasanya dia tak berangkat sepagi itu . “ Hey,kenapa kamu Lus” tanyaku sambil mengerutkan alis “Tak apa,hanya saja Sigit yang membuatku datang sepagi ini dan membuatku se bodoh ini “ gumamnya sambil memainkan Hpnya lagi
“oke kalo kamu baik baik saja,kalau kamu butuh aku aku ada
di kantin” kataku sambil pergi meninggalkan Lusi sendirian di kelas karena di
sekolahan kami masuk sekolah itu pukul 07.30 dan pulang pukul 15.15.
Ya,walaupun setiap siswa di sini memiliki kamar sendiri sendiri tak banyak dari kami yang menggunakan untuk istirahat.Kami lebih suka jam istirahat digunakan untuk ke perpustakaan,karena perpustakaan bagi kami adalah surganya sekolah.
Bayangkan di perpustakaan itu ada Wifi,Televisi,Coolbox,AC,Tersedia kursi dan lesehan,dan ada karpet yang melintas di setiap sudut di perpustakaan.Biasanya kalau ada jam kosong atau pulang pagi kami sering numpang nongkrong di perpustakaan,apalagi temanku ada yang pacaran,duhh perpustakaan itu bagaikan tempat terindah deh dari segalanya di sekolahan itu.
Sesampainya di kantin aku memsan bubur ayam dan segelas jus mangga,sambil menunggu pesananku aku mengeluarkan Hp ku,ada 2 bbm yang pertama dari sahabatku dan satu lagi ... “Apaa,kakak kelas?” gumamku, benar saja bbm itu dari kakak kelas yang aku suka.Namanya Alexander Leo ,kalo di diskripsikan kak Leo itu tinggi,pinter,jago basket,ketua Dewan Ambalan di sekolahanku,dan dia dekat dekat ini mau mewakili Jogja untuk acara seperti relawan selama 2 Minggu.Dan kagetnya aku ternyata dia bbm aku nyariin aku dimana,akupun menjawabnya “di kantin kak “ belum selesai aku menulis pesan itu ada orang yang menepuk bahuku,aku menengok ke belakang,tebakk siapa kawan
Ya,walaupun setiap siswa di sini memiliki kamar sendiri sendiri tak banyak dari kami yang menggunakan untuk istirahat.Kami lebih suka jam istirahat digunakan untuk ke perpustakaan,karena perpustakaan bagi kami adalah surganya sekolah.
Bayangkan di perpustakaan itu ada Wifi,Televisi,Coolbox,AC,Tersedia kursi dan lesehan,dan ada karpet yang melintas di setiap sudut di perpustakaan.Biasanya kalau ada jam kosong atau pulang pagi kami sering numpang nongkrong di perpustakaan,apalagi temanku ada yang pacaran,duhh perpustakaan itu bagaikan tempat terindah deh dari segalanya di sekolahan itu.
Sesampainya di kantin aku memsan bubur ayam dan segelas jus mangga,sambil menunggu pesananku aku mengeluarkan Hp ku,ada 2 bbm yang pertama dari sahabatku dan satu lagi ... “Apaa,kakak kelas?” gumamku, benar saja bbm itu dari kakak kelas yang aku suka.Namanya Alexander Leo ,kalo di diskripsikan kak Leo itu tinggi,pinter,jago basket,ketua Dewan Ambalan di sekolahanku,dan dia dekat dekat ini mau mewakili Jogja untuk acara seperti relawan selama 2 Minggu.Dan kagetnya aku ternyata dia bbm aku nyariin aku dimana,akupun menjawabnya “di kantin kak “ belum selesai aku menulis pesan itu ada orang yang menepuk bahuku,aku menengok ke belakang,tebakk siapa kawan
yaakk benar sekali kak Leo yang menepuk bahuku “ehh
kakak,baru aja aku mau bales bbm
kakak,ehh kakak udah kesini “ kataku sambil membenarkan jilbabku yang
sepertinya kurang nyaman untukku pakai “iya,habisnya kamu lama sih balesnya”
kata kak Leo sambil menggeret kursi dan duduk di depanku dan duduk di depanku
“eh kok kakak tau sih aku di kantin,dari siapa emang” kataku “kakak kan punya
insting kuat,apalagi insting aku ke
kamu hahahaha” kata kak Leo sambil
mengeluarkan lapy nya “ehh kak katanya
kamu mau ke Timor Timur ya kak “ kataku sambil menatap penasaran “ini dekk
pesanannya” kata pelayan kantin yang memberikan pesananku “ehh iya mbak makasih
ya “ kataku sambil menarik jus manggaku “ehh kakak mau pesen apa “kataku sambil
meminum jus manggaku “enggak ahh dek,kamu saja yg makan,kakak udah sarapan di
rumah tadi” kata kak Leo sambil senyum manis ke aku “duuhh kakk,andai aku ini
cewekmu,berungtungnya aku kak “ gumamku “ ehh dek,kamu tau nggak kak Fatma
kelas XIID ? “ Kata kak Leo tiba tiba yang membuyarkan lamunanku “ehh kenapa
kak ,Kak Fatma ?” kataku sambil berfikir kenapa dengan kak Fatma ”iya Fatma dek,cantik nggak?” kata kak Leo sambil menatapku penuh
harap agar aku menjawab sesuai dengan keiinginanya.Hatiku berasa diaduk aduk
sampai tidak tau apa rasanya.” Cantik kok kak,banget malah” kataku sambil
senyum terpaksa dan meminum jus manggaku,dan aku memutuskan untu pergi saja
dari kantin darpada kak Leo bertanya panjang lebar tentang kak Fatma yang
membuatku tambah sakit dan cemburu. “ kak aku duluan ya “ kataku sambil membawa
tasku,dan aku meninggalkan jus manggaku yang masih tersisa dan bubur yg aku
pesan dan belum sempat aku makan,sebelum aku meniggalkan kantin itu,aku menuju
ke kasir untuk membayar semuanya dan bergegas menuju ke kelas.
Dikelaspun sudah banyak yang datang,aku menaruh tas di bangkuku dan aku merasa ada yang ganjal di kelasku,dimana Lusi,kemana ank itu,dan aku memutuskan untuk mencarinya di tempat dimana Lusi sering merenungkan sesuatu.Sebelum aku pergi ke tempat itu aku menengok jam yang melingakar di tanganku.Jam menunjukan pukul 06.45,okee masih ada waktu untuk mencari gadis cantik itu.
Tempat yang selalu aku gunakan dengan Lusi untuk mencurahkan semua isi hatiku dan Lusi,mungkin jika pohon-pohonan di sekitar itu bisa bicara pasti dia akan meluapakan semua yang pernah dia lihat tentang aku dan Lusi di wilayahnya.
Benar saja,aku melihat gadis berambut ikal sebahu,dengan pita rambut berwarna merah muda sambil duduk manis dibawah pohon tepatnya tempat itu berada di samping sekolahanku.
Tempat yang sejuk,tempat yg tenang,tempat yang banyak bunga melati,dan saat itu juga melati melati di sekitar tempat itu sedang bermekaran dan mengeluarkan bau harum yang sangat tepat dengan suasana perasaanku dan Lusi. “Hey,kok kesini nggak bilang bilang sih” kataku mengagetkan Lusi yang sedang mendengarkan mp3 sambil melamun ria “Tadi aku sudah menyusulmu di kantin,tapi aku melihat kamu lagi berbincang bincang dengan orang yg kau harap harapkan,aku tak ingin menghilangkan kesempatan emasmu itu “ kata Lusi yang masih dengan tatapan lurusnya “ ahh,Kak Leo ?” Tanyaku yang menyusul Lusi duduk di sampingnya,Lusi tak menjawabnya mungkin dari caraku menjwab Lusi tau apa yang sedang terjadi “coba ku tebak,si Playboy itu punya yang lain ?” tanyanya,munkin kawan semuanya bingung kenapa Lusi memanggil kak Leo dengan panggilan Si Playboy,kalo boleh aku jujur tentang kejelekanya kak Leo itu sering berganti ganti cewek,itu yng menyebabkan Lusi sedikit tak suka dengan kak Leo. “ya,kau selalu tepat dengan ramalanmu cantik” kataku sambil memainkan rumput yang ada di sampingku “sekali lagi aku tanya kamu itu selau tergila gila dengan laki laki seperti Si Playboy itu apanya yang menariknya sih dzak “ kata lusi sambil menatapku penasaran “entahlah,aku juga tak tau” jawabku sambil menaikan bahuku “sudahlah buang jauh jauh persaanmu ke Si Playboy itu” nasehat Lusi kepadaku “entahlah Lus,aku juga tak tau apa maunya hatiku ini,terkadang aku juga cukup lelah dengan jalan ceritaku ini “ jawabku sambil menarik nafas panjang-panjang.
“Sudahlah aku juga lelah memberimu ansehat untukmu,ke kelas saja yuk” kata Lusi sambil menengok jam yang melekat di tangannya.
Dikelaspun sudah banyak yang datang,aku menaruh tas di bangkuku dan aku merasa ada yang ganjal di kelasku,dimana Lusi,kemana ank itu,dan aku memutuskan untuk mencarinya di tempat dimana Lusi sering merenungkan sesuatu.Sebelum aku pergi ke tempat itu aku menengok jam yang melingakar di tanganku.Jam menunjukan pukul 06.45,okee masih ada waktu untuk mencari gadis cantik itu.
Tempat yang selalu aku gunakan dengan Lusi untuk mencurahkan semua isi hatiku dan Lusi,mungkin jika pohon-pohonan di sekitar itu bisa bicara pasti dia akan meluapakan semua yang pernah dia lihat tentang aku dan Lusi di wilayahnya.
Benar saja,aku melihat gadis berambut ikal sebahu,dengan pita rambut berwarna merah muda sambil duduk manis dibawah pohon tepatnya tempat itu berada di samping sekolahanku.
Tempat yang sejuk,tempat yg tenang,tempat yang banyak bunga melati,dan saat itu juga melati melati di sekitar tempat itu sedang bermekaran dan mengeluarkan bau harum yang sangat tepat dengan suasana perasaanku dan Lusi. “Hey,kok kesini nggak bilang bilang sih” kataku mengagetkan Lusi yang sedang mendengarkan mp3 sambil melamun ria “Tadi aku sudah menyusulmu di kantin,tapi aku melihat kamu lagi berbincang bincang dengan orang yg kau harap harapkan,aku tak ingin menghilangkan kesempatan emasmu itu “ kata Lusi yang masih dengan tatapan lurusnya “ ahh,Kak Leo ?” Tanyaku yang menyusul Lusi duduk di sampingnya,Lusi tak menjawabnya mungkin dari caraku menjwab Lusi tau apa yang sedang terjadi “coba ku tebak,si Playboy itu punya yang lain ?” tanyanya,munkin kawan semuanya bingung kenapa Lusi memanggil kak Leo dengan panggilan Si Playboy,kalo boleh aku jujur tentang kejelekanya kak Leo itu sering berganti ganti cewek,itu yng menyebabkan Lusi sedikit tak suka dengan kak Leo. “ya,kau selalu tepat dengan ramalanmu cantik” kataku sambil memainkan rumput yang ada di sampingku “sekali lagi aku tanya kamu itu selau tergila gila dengan laki laki seperti Si Playboy itu apanya yang menariknya sih dzak “ kata lusi sambil menatapku penasaran “entahlah,aku juga tak tau” jawabku sambil menaikan bahuku “sudahlah buang jauh jauh persaanmu ke Si Playboy itu” nasehat Lusi kepadaku “entahlah Lus,aku juga tak tau apa maunya hatiku ini,terkadang aku juga cukup lelah dengan jalan ceritaku ini “ jawabku sambil menarik nafas panjang-panjang.
“Sudahlah aku juga lelah memberimu ansehat untukmu,ke kelas saja yuk” kata Lusi sambil menengok jam yang melekat di tangannya.
#TheEnd
(Maaf Endingnya Nggantung )
Kayaknya aku tau ini deh :D :P
BalasHapuskalau kamu nggak tau kebangetan fan
BalasHapus