Selasa, 13 Januari 2015

Sajak Tak Menentu

Ya Allah...
Aku sayang dengannya, aku takut untuk kehilanganya
Aku tak tau bagaimana isi hatinya sekarang,
Aku tak tau apa niatnya sekarang.
Entah bagaimana ia kepdadaku sekarang
Masih sayangkah ? masih cintakah ?

Perubahan ...
Iya, perubahan perkataan, tingkah lakunya itu
Yang membuat aku berfikir bahwa ia bosan
Bosan denganku, bosan dengan apa yang ada pada diriku.

Entah ...
Entah, adakah bunga lain ?
Yang mampu mengisi bahkan menggantikan aku
Seperti apakah ?
Cantikkah ?
Apakah seperti yang ia dambakan ?
Lebih dari aku ? ataukah lebih dari segalanya ?

Langkahku ...
Langkahku akan ku undurkan jika memang itu permintaanmu
Jika memang itu niatmu
Aku akan menjauh secara perlahan
Jika memang itu semua kemauanmu
Tak apa
J
Penciptaku selalu mempunyai rencana yang sungguh tiada duanya
Dan aku percaya itu

Ikhlas ...
Dari semua itu, aku tau, apa arti ikhlas yang sebenarnya
Apa makna cinta sejati,
Apa makna bersabar untuk hasil yang memang bukan kemauanku
Iya, aku akan tetap berdiri disini
Bersama puing-puing yang memang harus aku punguti sendiri.

Tersenyumlah ...
Senyumlah kak, aku tak akan memaksamu tetap berada disampingku
Aku tak akan memaksamu untuk selalu menjadi malaikat dalam hari-hariku
Aku akan belajar mandiri dalam kehidupanku
Ada maupun tidak ada kamu kak

Jujur ...
Jujur kak ... aku tak akan pernah rela
Jikalau kamu pergi dalam hidupku walaupun hanya satu langkah
Tak akan pernah rela !!!
Itupun kalau kamu mau tau kak
Jika tidak tak apa
J
Aku akan mencoba memahaminya sendiri sesuai kemampuanku


Sendiri ...
Aku akan kembali kerutinitasku
Yaitu kesendirianku
Iya, aku akan sendiri lagi
Sekali lagi aku tak apa
J
aku akan tetap menikmatinya
Iya, akuu bisaaa ...

Minggu, 21 September 2014

Sajak Kepercayaan

Tuhan, berikan aku hati yang kuat
Jiwa yang tak pernah gelisah
Batin yang selalu tenang
Fisik yang tak pernah lelah

Tuhan, izinkan aku menjadi wanita hebat
Wanita yang tak pernah pudar akan senyuman
Wanita yang selalu menerima keadaan
Wanita yang mampu bertahan dalam segala susana

Tuhan, jadikan aku orang yang mudah memaafkan
Orang yang tak pernah berbohong dalam segala hal
Orang yang selalu positiv thingking
Orang yang tak pernah berdusta dengan hati

Tuhan, karuniailah aku hati yang lapang
Karuniailah aku kepercayaan kepada orang yang aku sayangi
Karuniailah aku sebuah hati yang selalu percaya kepadanya
Izinkan aku selalu disampingnya apapun yang terjadi
Karuniailah aku hati yang tak pernah membenci apapun yang terjadi
:) :( O:) :* ({})

Jumat, 05 September 2014

Sepotong Hati yang Baru

Sejahat itukah aku pada seseorang ?
Se tidak pedulikah aku padanya ?
hahaha, tapi itulah aku apa adanya tanpa rekayasa,semuanya terasa seperti bintang jatuh ... datang dengan sendirinya secara tiba-tiba . Aku juga tak tau kenapa bisa se ajaib ini . Mau dikatakan instan, memang semuanya instan ..
Ya Allah tak henti hentinya aku memanjatkan syukur kepada-Mu ...
Andi,maaf sikapku yang dulu sangat tidak peduli denganmu
Maaf atas kejahatanku padamu yang sering membuatmu mangkel ataupun marah dalam batin
Maaf atas ke cuekanku padamu yang sering membuatmu putus asa untuk semua ini
Maaf,untuk sikapku yang sering membuatmu tak enak kau rasakan
Maaf untuk kebodohanku yang tidak pernah tau akan kehadiranmu setiap waktu di sampingku
dan Maaf untuk waktu yang akan datang dengan segala sikap beserta sifatku yang memang inilah aku ..
Bukan hanya maaf yang bisa aku katakan ...
Terimakasih ....
Terimakasih kau berhasil merubah jiwaku
Terimakasih kau berhasil mecairkan sebuah hati ...
Terimakasih atas sikap-sikap yang sangat sabar untukku ...
Terimakasih kau berhasil menyembuhkan traumaku terhadap lingkaran cinta
Terimakasih juga untuk hari-hari yang akan datang ..

Entah berapa detik,jam,hari,minggu,bulan,bahkan tahun yang akan kita lewati bersama
Entah tawa,canda,marah,benci,cemburu,kebohongan,bahagia,suka bahkan duka seperti apa yang akan kita lalui untuk kedepanya ..
Masih ingatkan dulu kita kenal gara2 apa ? hahaha
Hanya hal sepele,bahkan aku tak pernah sebaik saat ini untuk membalas pesan darimu hahaha,jahat banget ya aku ?
Aku tak tau,do'a seperti apa yang selalu kau panjatkan setiap sujudmu untukku .. aku juga tak tau,kalimat yang kau kirimkan itu sudah kau beri apa hingga aku selalu percaya bahkan luluh dengan setiap kali kau kirim pesan untukku .

Kalimat terakhir dari goresan ini .. Terimakasih Andi :) Terimakasih banyak :)
Dan maaf untuk  sikap2ku yang dulu yang sangat tidak peduli denganmu,bahkan sebuah kalimat yang (mungkin) pernah aku ucapkan untukkmu, tapi kamu tetep semangat ...
Terimakasih Nyebelin :)) dan Selamat Malam :))
Sajak Rindu

Tanganku sebenarnya sudah letih menuliskan tentang ini
Sudah tak tau mana akhir dan mana awalnya
Angin malam...
Ku ingin selamanya berada dalam lindunganmu
Dimana kau selalu hadir saat aku butuh,
Bukan di saat aku mengharaokan,
Bahkan itu lebih baik dari yang ku duga
J
Entah...
Mungkin dewi malam saat itu sedang berpihak dengaku
berpihak dimana dewi tau,aku butuh seseorang penenang
Bukan dengan benda kecil yang warna warni itu
Rasanya kalau aku bisa bertemu dengan dewa waktu
Akuingin memberhentikan satu detik itu
Dimana aku,bisa  merasakan nyaman
Bahkan,aku tak tau itu rasa apa ..
cinta ? sayang ? kakak ? sahabat ? atau apa ..
Aku mereka-reka semu
Tak tau mana aslinya
Ia tak pernah mengatakanya,tapi ..
Aku tau tentang bahasa tubuhnya.
Bahasa dimana hanya orang tertentu yang dapat memahaminya
Walaupun,aku hanya memasang masangkan sesuai kehendakku
Tapi aku bahagia.
Bahagiaaa sekali ...
Malam itu,aku merasa punya barang berharga yang harus aku jaga
Seutuhnya....
Dan aku hanya bisa melakukan dalam setiap sujudku
Dimana aku hanya bisa menitipkan salam Rindu dengan malaikat malamku
Entah, Malaikat itu menerimanya atau tidak ..
Apapun rasa itu, aku nyaman dengan ini semua ...


 by : Dzakiyah 

Rabu, 25 Juni 2014

Kusimpan Dalam Mimpi

Selamat pagi duniaku,selamat pagi mentari pagi.
Itulah hal yang selalu di lakukan oleh Jingga setelah bangun pagi,membuka jendela dan memgucapkan selamat pagi kepada sang mentari. Pagi ini pukul 05.00 di Yogyakarta langkah Nadia menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melakukan kewajibanya sebagi seorang muslim yaitu sholat shubuh. Jadwal untuk 3 hari kedepan bagi Jingga adalah kemah, karena Jingga adalah Dewan Ambalan di SMA nya maka otomatis Jingga harus ikut kemah untuk mandampingi adik-adik kelasanya. Satu lagi yang membuat Jingga bahagia,karena ada seniornya yang sangat bisa melindungi Jingga saat Jingga membutuhkan sesuatu.
Setelah  mandi,karena Jingga telah packing tadi malam maka Jingga segera menuju meja makan dan sarapan bersama kakak nya Nando. “ Morning kak” sapa Jingga kepada kakanya yang sudah terlebih dahulu berada di ruang makan “Pagi juga,kamu mau dianter atau bareng Nadia?” tanya kak Nando kepada Jingga. “emm aku diantar aja deh kak,kak Nando liburkan ?” jawab Jingga sambil menarik kursi meja makan untuk ia duduki. “oke nanti kakak anter”

“Jingga” panggil seseorang yang tergesa gesa menghapiri Jingga. “iya” jawab Jingga sambil menengok kebelakang “kamu bawa daftar acara untuk 3 hari kedepan nggak’” tanya seseorang yang merasa cemas. “ emmm emang kenapa kak?”  tanya Jingga penasaran “ kitakan seksi acara kemah ini,lha aku kayaknya lupa bawa daftar kegiatan untuk 3 hari kedepan. Kamu bawa nggak ?” tanya nya yang berharap harap cemas “bawa kok kak,tenang saja” jawab Jingga dengan memberikan senyum gigi kelincinya. “ oke kita brifing panitia dulu yuk” kata kak Adi.
Yak,kak Adi adalah senior yang selelu hadir saat Jingga membutuhkan apa saja. Entah ada ikatan apa antara kak Adi dan Jingga seperti  mempunyai hati yang saling suka,tapi tak pernah memgungkapkan. Gerak gerik kak Adi selalu memberikan perhatian lebih kepada Jingga,tapi itu tidak selelu dilakukan kak Adi kadang kak Adi juga cuek dan bikin bete Jingga. Kadang bercengkrama dengan cewek lain. Mau apa coba Jingga,cemburu ? emang Jingga berhak apa ? pacar ? bukan juga kan ?  Jingga cuman bisa melampiaskannya ke buku wrna pink yang ia dapat dari tantenya saat ia ulang tahun yang ke 16 kemarin. Mau cerita sama Nadia ? ampun aja cerita sama Nadia. Nadia itu kalo di ajak cerita  emang sip sih tapi gampang banget nyeplos ke orang lain.

“Dimohon semua Dewan Ambalan brifing di Lab IPA sekarang” suara radio sekolah Jingga terdengar memanggil semua Dewan Ambalan untuk memantapkan acara yang mereka buat untuk 3 hari kedepan,termasuk Jingga,Kak Adi,dan Nadia. “ Jingga tunggu,aku telat” teriak seseorang yang lari tergesa-gesa sambil menenteng tas yang ia bawa dan sepertinya sangat kerepotan dengan 2 tas yang ia bawa. “ Gila kamu Nad jam segini baru dateng,bangun jam bearapa kamu?” tanya Jingga kepada Nadia. Yaps yang memanggil Jingga tadi adalah sahabat seperjuanganya Jingga yaitu Nadia. “Aku bangun jam 5 Ngga” katanya sambil membenarkan tas yang ia tenteng kerepotan itu “ yaudah yuk ke Lab IPA sekarang ada brifing tuh” kata Jingga sambil membantu Nadia membawa tas yang satunya “ Tas kamu kemana Ngga?” tanya Nadia kepada Jingga ‘’ tas aku udah di ruang pramuka bareng tas-tas Dewan Ambalan yang lain,tas kamu bawa aja dulu ke Lab IPA kalo ke ruang pramuka dulu kita telat brifingnya,mau kena semprot senior ?” kata Jingga sambil jalan menuju Lab IPA. “ Oke deh bu calon ketua Dewan Ambalan” sahut Nadia yang berjalan di belakang Jingga.
“Oke teman teman semua berhubung ketua kita sudah berada di tempat perkemahan jadi brifing pagi ini saya yang memimpin” kata Kak Adi yang notabenya sebagai wakil ketua Dewan Ambalan di SMA nya “ Ada yang belum datang?” tanya Kak Adi sembari matanya menyapu ruangan Lab IPA “ enggak kak,semua udah hadir” jawab salah seorang anak.”oke acara 3 hari kedepan tergantung kita semua,lancar atau tidaknya saya mohon tanggung jawab jabatan kalian masing-masing” kata Kak Adi yang membuka brifing pagi ini “ sekarang ada kekurangan apa untuk 3 hari kedepan,kalau masih bisa ditutupi segera kita bahas pagi ini,jikalau tidak kita cari solusinya bersama” tanya Kak Adi kepada Dewan Ambalan yang lain “ maaf kak sebelumnya saya Jingga,sebagai seksi acara saat api unggun, sepertinya saat acara api unggun MC belom ada kak,dan pengisi acara api unggun juga baru ada 3 regu. Padahal regu yang ikut acara kemah ini ada 6 kak. Yang laki-laki belum ada yang mendaftar satu pun, itu mau gimana kak,mau 3 regu itu atau kita carikan pentas tapi yang mementaskan 3 regu yang laki-laki itu?”  “ oke untuk MC gimana kalau seksi acara juga yang jadi MC saat acara api unggun malam itu seksi acara api unggun itukan saya dan kamu,jadi untuk MC kita saja. Dan untuk pengisi acara biar agak rame gimana kalau Dewan Ambalan juga menampilkan beberapa pentas dan untuk 3 regu yang lain nanti saat kumpul di halaman sekolah kita bikin undian beberapa pentas yang gampang-gampang saja dan tidak butuh persiapan lama. Gimana? ” tanya Kak Adi  “ oke kak setuju gimana kalau isi kupon nya itu puisi,drama,nyanyi dan stand up kak” usul salah satu anak Dewan Ambalan “ kalau stand Up nya di ganti lain gimana, ada yang punya usul lain” solusi kak Adi “kak tadi kan udah ada drama,nyanyi,puisi sama stand up kan, lha yang belum dapet pengisi itu kan cuman 3 regu,gimana kalau yang nyanyi nggak usah kak, kalau nyanyi itu udah terlalu biasa kak.kalau menurut aku stand up nya nggak papa nyanyi nya aja yang di hilangkan kak gimana ?” usul Zahra kepada kak Adi “oke,untuk menyingkat brifing kita pagi ini fix ya jadi saat acara api unggun salah satu dari Dewan Ambalan ada yang mengisi acara itu,untuk mengisi acara saat api unggun saya serahkan ke Dito dan  Nadia, dan untuk menutup brifing kita pagi ini,Jingga segera kumpulkan anak-anak dan nanti saya susul” perintah kak Adi ke Jingga ‘’ baik kak” jawab Jingga tidak menolak “ saya tutup brifing pagi ini,wasaalamu’alaikum wr.wb”
 Sesampainya di bumi perkemahan Jingga,Nadia beserta Dewan Ambalan yang lain segera mangarahkan peserta kemah untuk mendirikan tenda “Adik-adik yang butuh bantuan mendirikan tenda bisa memanggil salah satu kakak-kakak Dewan Ambalan” kata kak Ketua “baik kak’ jawab adik-adik peserta kemah.
Jingga yang duduk di dekat tenda sekretarian merenungi sesuatu
“Tebakan apalagi yang Engkau berikan kepadaku Ya Rabb. Tek teki apalagi yang ingin aku pecahkan lagi untuk membuktikan bahwa aku adalah wanita yang tegar dan bisa memendam semuanya secara rapih.
Malam itu,dia memberikan sebuah jaket untuk aku kenakan saat aku kedinginan. Aku bersin-bersin dia menyodorkan minumnya untukku. Dia mengantarkanku pulang karena kemalaman,dia memberikan snacknya saat acara sekolah itu gara-gara aku nggak dapet snack.
aku artrikan apa itu semua ? aku terjemahkan seperti apa itu!! Aku sering memperhatikan gerak geriknya kepada orang lain tapi tak se gila itu padaku ! aku takut salah menafsirkan itu semua,aku takut itu hanya bayangan semu yang tak ada wujud aslinya ! Lihatlah di sana,dia tetap menjadi Adi yang tak pernah se perhatian itu,dia memantu jika di panggil,dia tersenyum jika ada orang yang senyum kepadanya. Tak senyum kepada orang yang ia temui ! apa itu !! itu apa !! aku takut ! aku sangat takut untuk hal ini. Aku tak ingin melukai hatiku sendiri,semakin aku berkata tidak semakin jelas perhatian itu padaku. Aku takut ... aku sangat takut . satu lagi yang membuatku tak mengerti,kenapa hanya datang saat aku butuh,bukan saat aku ingin perhatiannya? Malaikat disampingmukah yang menuntunmu itu ? semoga”
 Jingga yang daritadi menundukan kepalanya seketika langsung mendangak dan  menarik nafas dalam dalam agar badanya dan fikiranya lebih tenang.
Bumi perkemahan yang tenang,yang nyaman,udara yang dingin,menari yang malu malu menyapa dunia,anak anak yang asyik dengan tali pramuka beserta tongkatnya,tertawa,kebingungan,senang,cemas,takut, semua ekspresi ada di disini. Jingga yang sedari tadi memperhatikan Kak Adi yang sedang mendirikan tenda untuk ia tempati dengan keringat yang bercucuran,ingin sekali Jingga hadir di sampingnya untuk menawarkan tisu yang ada di tasnya, tapi siapa Jingga? Yang ada malah Jingga dikatan caper,dikatakan sok kenal,sok jadi malaikat. Jingga hanya bisa menatapnya di dekat tenda sekretariat yang suda dibuat oleh kakak-kakak yang semalam sudah berada disini.
Siang telah berganti sore,saatnya jelajah sore jadwal Jingga dan Nadia yang bertugas sebagai penjaga posko 3 .
“Jingga,Nadia kalian bertugas di posko 3,nanti saya dan Ando susul dan yang lain bertugas di posko 1,2dan 4,nanti saya berkunjung satu satu posko,dan Zahra kamu sekarang kumpulkan anak-anak di lapangan depan tenda sekretariat”  jelas kak Adi kepada anggota Dewan Ambalan yang lain “jelas semuanya?” tegas Kak Adi “Siap Jelas” jawab anggota Dewan Ambalan yang lain.
“Bintang,kerlipkanlah sinarmu padanya,anggap kerlipan itu titipan salam dareiku untuknya. Bulan sinarkanalah sinarmu yang belum pernah engkau sinarkan dan sinarkanlah untuknya anggap itu sebagian senyumku untuknya yang belum pernah aku berikan.
Dekat dan sangat dekat ragaku sangat dekat !! satu pemikiran,satu langkah,satu tujuan. Tapi tidak untuk hati, ehh tapi entah juga. Aku tak begitu tau,bahkan tak pernah tau isinya. Sebegitu rapikah dia menyimpanya semua ? dan sebegitu tenangkah dia menatanya ? aku ? sedangkan aku ? butuh waktu untuk membuat ombak itu tenang,butuh waktu untuk menata semuanya sepertimu. Ajari aku kakk !! aku butuh bimbingan itu ! tapi,lorong waktu tak mengijinkanya . “
 
Jingga berhenti melamun di petang hari badanya terasa dingin,hidungnya memerah,ia merasa ingin bersin-bersin dan Jingga butuh air hangat beserta jaket tebal. Jingga tetap melawan rasa itu semua,ia tak ingin melewatkan lampu kota yang berkerlip seperti bintang yang ia titipi salam untuk Kak Adi. “Tenang,setenang genangan air” Jingga bergumam sambil memeluk tubuhnya yang sedang melawan rasa dinginya itu. “Nih air panas sama jaket” ketenangan Jingga sirna dengan suara dan aroma parfum yang ia sadari ternyata Kak Adi. Jingga hanya menerimanya dan tidak mengeluarkan sepatah katapum,terimakasihpun tak ia lonntarkan “kenapa saat aku butuh kamu selelu datang kak,sedangkan saat aku ingin kau datang tapi ...” Jingga menahan nafas sesaat. Kak Adi langsung duduk bersebelahan dengan Jingga tanpa aba-aba dari Jingga “Cepet diminum nanti keburu bersin-bersin,terus MC kita gagal”  Jingga yang sedari tadi masih hening langsung melontarkan kata-kata yang seharusnya ia ucapkan sedari tadi “terimaksih kak”  senyuman yang ia titipkan kepada bulan kini terlontar dari bibir Jingga untuk Kak Adi “iya,masih dingin nggak” tanya Kak Adi yang masih pada posisi semula menatap lurus ke depan “masih kak” jawab Jingga singkat “keren ya kota dibawah sana?” kata Kak Adi “iya kak,keren. Coba deh kak dibawah sana kan kota yang lampunya kerlap kerlip,terus kakak liat ke atas.” Terang Jingga yang berusaha ingin menunjukan bahwa bumi dan langit itu hampir sama “emang ada apa langit sama kota?” tanya Kak Adi yang terlihat masih tidak tau maksud Jingga “langit sama bumi itu hampir sama kak” terang Jingga perlahan “percaya nggak kak?” tanya Jingga lagi “ohh iya aku tau maksud kamu hehehe” jawab Kak Adi dengan senyum tanggungnya.
Hening semuanya hening,Jingga sibuk dengan jaket yang Kak Adi pinjamkan untuk kehangatan raganya dan masih dengan do’a do’a yang ia panjatkan kepada bumi dan langit. Sedang Kak Adi sibuk dengan tatapan lurusnya pada lampu kota yang ia pandang dan sesekali Kak Adi menatap bintang yang Jingga jelaskan hampir sama dengan lampu kota,dan salah satu bintang itu berkerlip seterang lampu kota yang ia tatap. Itulah salah satu do’a yang terkabul malam itu juga dari Jingga untuk Kak Adi. Entah Kak Adi juga berdo’a sesuatu atau tidak. Berdo’a sama apa yang sedang Jingga lakukan. Semoga bumi dan langit malam itu berbaik hati untuk mengabulkan do’a yang Jingga panjatkan beserta impian apapun tentang Kak Adi.

“Senyumanmu sinari setiap kesedihan dihati
Tatapanmu hiasi setiap sudut angan-anganku
Mungkinkahku jadi pilihan hatimu
Tiada henti ku slalu ber angan
          Andai dirimu memilih hatiku
          Kan ku serahkan cinta tulus dihatiku
          Meski kau takan pernah tau ketulusan hatiku ini
          Biar Kusimpan Dalam Mimpi
Keindahan,hatimu slalu membuatku terkagum
Keindahan,hadirmu sungguh kudambakan saat ini
Mungkinkahku jadi pilihan hatimu
Tiada henti ku slalu ber angan”


Rabu, 05 Maret 2014

Lirik Lagu How Can I Not Love You

Cannot Touch, Cannot Hold
Cannot Be Together
Cannot Love, Cannot Kiss
Cannot Have Eachother
Must Be Strong
And We Must Let Go
Cannot Say What Are Hearts Must Know


{Chorus}
How Can I Not Love You
What Do I Tell My Heart
When Do I Not Want You Here In My Arms
How Does One Waltz Away From All Of The Memories
How Do I Not Miss You When You Are Gone


Cannot Dream
Cannot Share Sweet And Tender Moments
Cannot Feel How We Feel
Must Pretend Its over
Must Be Brave
And We Must Go On
Must Not Say What We've Known All Along


{Chorus}
How Can I Not Love You
What Do I Tell My Heart
When Do I Not Want You Here In My Arms
How Does One Waltz Away From All Of The Memories
How Do I Not Miss You When You Are Gone
How Can I Not Love You


Must Be Brave
And We Must Be Strong
Cannot Say What We've Known All Along


{Chorus}
How Can I Not Love You
What Do I Tell My Heart
When Do I Not Want You Here In My Arms
How Does One Waltz Away From All Of The Memories
How Do I Not Miss You When You Are Gone
How Can I Not Love You When Are Gone

Diary pertama

 “ Diary...                                                                                                              27 Februari 2012
Cinta itu buta,cinta itu anugrah dari Tuhan,tapi mengapa setiap aku belajar mencintai seseoran yang berawal manis namun berakhir sakit.
Apa ini yang dinamakan karma ?
Banyak cinta yang kutolak dan banyak juga cinta yanmg kurasakan saat ini.Ku harap aku akan menemukan cinta sejatiku ya Diary . #Amiinnn

                                                                                                                                                                                                Salam Dzakiyah “

Sore yang memaksaku untuk mencurahkan isi hatiku untuk saat inI,ya .. Diary yang ku tuliskan dengan tinta berwarna ungu yang bertaburkan gliter membuat diryku terlihat lebih anggun,Angin yang menyapu rambutku menjadi jelamaan rasa takutku untuk merasakan cinta lagi dan lagi.
Entah setan apa yang membuat aku menjadi takut dan trauma atas apa yang dinamakan C I N T A .
Sebenarnya hanya empat huruf,lima huruf saja bisa membuatku trauma untuk merasakanya.Hanya Cinta kepada Penciptaku,Ayah Ibuku,dan Keluarga beserta Sahabat sahabatku.Hanya itu yang dapat aku rasakan apa yang namanya Cinta.
Dan aku mulai berfikir kenapa sahabat sahabatku dapat semudah itu merasakan cinta yang tiba tiba datang lalu sekejab ditinggalkan dan melekat ke cinta lain ? Semudah itukah ?
Sebenarnya Cinta yang datang ke kehidupanku tidak sedikit,selama aku merasakan trauma saat ini ada beberapa kumbang yang menghinggap.Namun aku tak bisa menerimanya,sedangkan kumbang yang aku inginkan tak menghinggapiku,melainkan hinggap di bunga yang menurutku tidak secantik dan seindah aku.
Sudahlah abaikan tentang Crita ini,aku cukup sakit untuk mengingatnya.Sebuah kata Cinta yang susah di pahami oleh anak seusiaku ini.
Hari berganti,kujalani kehidupanku seperti biasanya,ke sekolah dengan harap harap cemas,apa yang akan terjadi nanti,menebak nebak tak terkira.
Terkadang tebakanku tak banyak yang salah,Lusi telah mengahadangku di depan pintu kelas sambil memainkan Hp nya yang di tangan,dengan muka kusut yang tak karu karuan,fikiranku mulai melayang kemana mana,kenapa anak itu,tak biasanya dia seperti itu,biasanya dia tak berangkat sepagi itu . “ Hey,kenapa kamu Lus” tanyaku sambil mengerutkan alis “Tak apa,hanya saja Sigit yang membuatku datang sepagi ini dan membuatku se bodoh ini “ gumamnya sambil memainkan Hpnya lagi
“oke kalo kamu baik baik saja,kalau kamu butuh aku aku ada di kantin” kataku sambil pergi meninggalkan Lusi sendirian di kelas karena di sekolahan kami masuk sekolah itu pukul 07.30 dan pulang pukul 15.15.
Ya,walaupun setiap siswa di sini memiliki kamar sendiri sendiri tak banyak dari kami yang menggunakan untuk istirahat.Kami lebih suka jam istirahat digunakan untuk ke perpustakaan,karena perpustakaan bagi kami adalah surganya sekolah.
Bayangkan di perpustakaan itu ada Wifi,Televisi,Coolbox,AC,Tersedia kursi dan lesehan,dan ada karpet yang melintas di setiap sudut di perpustakaan.Biasanya kalau ada jam kosong atau pulang pagi kami sering numpang nongkrong di perpustakaan,apalagi temanku ada yang pacaran,duhh perpustakaan itu bagaikan tempat terindah deh dari segalanya di sekolahan itu.
Sesampainya di kantin aku memsan bubur ayam dan segelas jus mangga,sambil menunggu pesananku aku mengeluarkan Hp ku,ada 2 bbm yang pertama dari sahabatku dan satu lagi ... “Apaa,kakak kelas?” gumamku, benar saja bbm itu dari kakak kelas yang aku suka.Namanya Alexander Leo ,kalo di diskripsikan kak Leo itu tinggi,pinter,jago basket,ketua Dewan Ambalan di sekolahanku,dan dia dekat dekat ini mau mewakili Jogja untuk acara seperti relawan selama 2 Minggu.Dan kagetnya aku ternyata dia bbm aku nyariin aku dimana,akupun menjawabnya “di kantin kak “ belum selesai aku menulis pesan itu ada orang yang menepuk bahuku,aku menengok ke belakang,tebakk siapa kawan
yaakk benar sekali kak Leo yang menepuk bahuku “ehh kakak,baru aja aku  mau bales bbm kakak,ehh kakak udah kesini “ kataku sambil membenarkan jilbabku yang sepertinya kurang nyaman untukku pakai “iya,habisnya kamu lama sih balesnya” kata kak Leo sambil menggeret kursi dan duduk di depanku dan duduk di depanku “eh kok kakak tau sih aku di kantin,dari siapa emang” kataku “kakak kan punya insting kuat,apalagi insting  aku ke kamu  hahahaha” kata kak Leo sambil mengeluarkan lapy nya  “ehh kak katanya kamu mau ke Timor Timur ya kak “ kataku sambil menatap penasaran “ini dekk pesanannya” kata pelayan kantin yang memberikan pesananku “ehh iya mbak makasih ya “ kataku sambil menarik jus manggaku “ehh kakak mau pesen apa “kataku sambil meminum jus manggaku “enggak ahh dek,kamu saja yg makan,kakak udah sarapan di rumah tadi” kata kak Leo sambil senyum manis ke aku “duuhh kakk,andai aku ini cewekmu,berungtungnya aku kak “ gumamku “ ehh dek,kamu tau nggak kak Fatma kelas XIID ? “ Kata kak Leo tiba tiba yang membuyarkan lamunanku “ehh kenapa kak ,Kak Fatma ?” kataku sambil berfikir kenapa dengan kak Fatma ”iya Fatma  dek,cantik nggak?” kata kak Leo sambil menatapku penuh harap agar aku menjawab sesuai dengan keiinginanya.Hatiku berasa diaduk aduk sampai tidak tau apa rasanya.” Cantik kok kak,banget malah” kataku sambil senyum terpaksa dan meminum jus manggaku,dan aku memutuskan untu pergi saja dari kantin darpada kak Leo bertanya panjang lebar tentang kak Fatma yang membuatku tambah sakit dan cemburu. “ kak aku duluan ya “ kataku sambil membawa tasku,dan aku meninggalkan jus manggaku yang masih tersisa dan bubur yg aku pesan dan belum sempat aku makan,sebelum aku meniggalkan kantin itu,aku menuju ke kasir untuk membayar semuanya dan bergegas menuju ke kelas.
Dikelaspun sudah banyak yang datang,aku menaruh tas di bangkuku dan aku merasa ada yang ganjal di kelasku,dimana Lusi,kemana ank itu,dan aku memutuskan untuk mencarinya di tempat dimana Lusi sering merenungkan sesuatu.Sebelum aku pergi ke tempat itu aku menengok jam yang melingakar di tanganku.Jam menunjukan pukul 06.45,okee masih ada waktu untuk mencari gadis cantik itu.
Tempat yang selalu aku gunakan dengan Lusi untuk mencurahkan semua isi hatiku dan Lusi,mungkin jika pohon-pohonan di sekitar itu bisa bicara pasti dia akan meluapakan semua yang pernah dia lihat tentang aku dan Lusi di wilayahnya.
Benar saja,aku melihat gadis berambut ikal sebahu,dengan pita rambut berwarna merah muda sambil  duduk manis dibawah pohon tepatnya tempat itu berada di samping sekolahanku.
Tempat yang sejuk,tempat yg tenang,tempat yang banyak bunga melati,dan saat itu juga melati melati di sekitar tempat itu sedang bermekaran dan mengeluarkan bau harum yang sangat tepat dengan suasana perasaanku dan Lusi. “Hey,kok kesini nggak bilang bilang sih” kataku mengagetkan Lusi yang sedang mendengarkan mp3 sambil melamun ria “Tadi aku sudah menyusulmu di kantin,tapi aku melihat kamu lagi berbincang bincang dengan orang yg kau harap harapkan,aku tak ingin menghilangkan kesempatan emasmu itu “ kata Lusi yang masih dengan tatapan lurusnya “ ahh,Kak Leo ?” Tanyaku yang menyusul Lusi duduk di sampingnya,Lusi tak menjawabnya mungkin dari caraku menjwab Lusi tau apa yang sedang terjadi “coba ku tebak,si Playboy itu punya yang lain ?” tanyanya,munkin kawan semuanya bingung kenapa Lusi memanggil kak Leo dengan panggilan Si Playboy,kalo boleh aku jujur tentang kejelekanya kak Leo itu sering berganti ganti cewek,itu yng menyebabkan Lusi sedikit tak suka dengan kak Leo. “ya,kau selalu tepat dengan ramalanmu cantik” kataku sambil memainkan rumput yang ada di sampingku “sekali lagi aku tanya kamu itu selau tergila gila dengan laki laki seperti Si Playboy itu apanya yang menariknya sih dzak “ kata lusi sambil menatapku penasaran “entahlah,aku juga tak tau” jawabku sambil menaikan bahuku “sudahlah buang jauh jauh persaanmu ke Si Playboy itu” nasehat Lusi kepadaku “entahlah Lus,aku juga tak tau apa maunya hatiku ini,terkadang aku juga cukup lelah dengan jalan ceritaku ini “ jawabku sambil menarik nafas panjang-panjang.
“Sudahlah aku juga lelah memberimu ansehat untukmu,ke kelas saja yuk” kata Lusi sambil menengok jam yang melekat di tangannya.


#TheEnd

(Maaf Endingnya Nggantung )