Rabu, 25 Juni 2014

Kusimpan Dalam Mimpi

Selamat pagi duniaku,selamat pagi mentari pagi.
Itulah hal yang selalu di lakukan oleh Jingga setelah bangun pagi,membuka jendela dan memgucapkan selamat pagi kepada sang mentari. Pagi ini pukul 05.00 di Yogyakarta langkah Nadia menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu untuk melakukan kewajibanya sebagi seorang muslim yaitu sholat shubuh. Jadwal untuk 3 hari kedepan bagi Jingga adalah kemah, karena Jingga adalah Dewan Ambalan di SMA nya maka otomatis Jingga harus ikut kemah untuk mandampingi adik-adik kelasanya. Satu lagi yang membuat Jingga bahagia,karena ada seniornya yang sangat bisa melindungi Jingga saat Jingga membutuhkan sesuatu.
Setelah  mandi,karena Jingga telah packing tadi malam maka Jingga segera menuju meja makan dan sarapan bersama kakak nya Nando. “ Morning kak” sapa Jingga kepada kakanya yang sudah terlebih dahulu berada di ruang makan “Pagi juga,kamu mau dianter atau bareng Nadia?” tanya kak Nando kepada Jingga. “emm aku diantar aja deh kak,kak Nando liburkan ?” jawab Jingga sambil menarik kursi meja makan untuk ia duduki. “oke nanti kakak anter”

“Jingga” panggil seseorang yang tergesa gesa menghapiri Jingga. “iya” jawab Jingga sambil menengok kebelakang “kamu bawa daftar acara untuk 3 hari kedepan nggak’” tanya seseorang yang merasa cemas. “ emmm emang kenapa kak?”  tanya Jingga penasaran “ kitakan seksi acara kemah ini,lha aku kayaknya lupa bawa daftar kegiatan untuk 3 hari kedepan. Kamu bawa nggak ?” tanya nya yang berharap harap cemas “bawa kok kak,tenang saja” jawab Jingga dengan memberikan senyum gigi kelincinya. “ oke kita brifing panitia dulu yuk” kata kak Adi.
Yak,kak Adi adalah senior yang selelu hadir saat Jingga membutuhkan apa saja. Entah ada ikatan apa antara kak Adi dan Jingga seperti  mempunyai hati yang saling suka,tapi tak pernah memgungkapkan. Gerak gerik kak Adi selalu memberikan perhatian lebih kepada Jingga,tapi itu tidak selelu dilakukan kak Adi kadang kak Adi juga cuek dan bikin bete Jingga. Kadang bercengkrama dengan cewek lain. Mau apa coba Jingga,cemburu ? emang Jingga berhak apa ? pacar ? bukan juga kan ?  Jingga cuman bisa melampiaskannya ke buku wrna pink yang ia dapat dari tantenya saat ia ulang tahun yang ke 16 kemarin. Mau cerita sama Nadia ? ampun aja cerita sama Nadia. Nadia itu kalo di ajak cerita  emang sip sih tapi gampang banget nyeplos ke orang lain.

“Dimohon semua Dewan Ambalan brifing di Lab IPA sekarang” suara radio sekolah Jingga terdengar memanggil semua Dewan Ambalan untuk memantapkan acara yang mereka buat untuk 3 hari kedepan,termasuk Jingga,Kak Adi,dan Nadia. “ Jingga tunggu,aku telat” teriak seseorang yang lari tergesa-gesa sambil menenteng tas yang ia bawa dan sepertinya sangat kerepotan dengan 2 tas yang ia bawa. “ Gila kamu Nad jam segini baru dateng,bangun jam bearapa kamu?” tanya Jingga kepada Nadia. Yaps yang memanggil Jingga tadi adalah sahabat seperjuanganya Jingga yaitu Nadia. “Aku bangun jam 5 Ngga” katanya sambil membenarkan tas yang ia tenteng kerepotan itu “ yaudah yuk ke Lab IPA sekarang ada brifing tuh” kata Jingga sambil membantu Nadia membawa tas yang satunya “ Tas kamu kemana Ngga?” tanya Nadia kepada Jingga ‘’ tas aku udah di ruang pramuka bareng tas-tas Dewan Ambalan yang lain,tas kamu bawa aja dulu ke Lab IPA kalo ke ruang pramuka dulu kita telat brifingnya,mau kena semprot senior ?” kata Jingga sambil jalan menuju Lab IPA. “ Oke deh bu calon ketua Dewan Ambalan” sahut Nadia yang berjalan di belakang Jingga.
“Oke teman teman semua berhubung ketua kita sudah berada di tempat perkemahan jadi brifing pagi ini saya yang memimpin” kata Kak Adi yang notabenya sebagai wakil ketua Dewan Ambalan di SMA nya “ Ada yang belum datang?” tanya Kak Adi sembari matanya menyapu ruangan Lab IPA “ enggak kak,semua udah hadir” jawab salah seorang anak.”oke acara 3 hari kedepan tergantung kita semua,lancar atau tidaknya saya mohon tanggung jawab jabatan kalian masing-masing” kata Kak Adi yang membuka brifing pagi ini “ sekarang ada kekurangan apa untuk 3 hari kedepan,kalau masih bisa ditutupi segera kita bahas pagi ini,jikalau tidak kita cari solusinya bersama” tanya Kak Adi kepada Dewan Ambalan yang lain “ maaf kak sebelumnya saya Jingga,sebagai seksi acara saat api unggun, sepertinya saat acara api unggun MC belom ada kak,dan pengisi acara api unggun juga baru ada 3 regu. Padahal regu yang ikut acara kemah ini ada 6 kak. Yang laki-laki belum ada yang mendaftar satu pun, itu mau gimana kak,mau 3 regu itu atau kita carikan pentas tapi yang mementaskan 3 regu yang laki-laki itu?”  “ oke untuk MC gimana kalau seksi acara juga yang jadi MC saat acara api unggun malam itu seksi acara api unggun itukan saya dan kamu,jadi untuk MC kita saja. Dan untuk pengisi acara biar agak rame gimana kalau Dewan Ambalan juga menampilkan beberapa pentas dan untuk 3 regu yang lain nanti saat kumpul di halaman sekolah kita bikin undian beberapa pentas yang gampang-gampang saja dan tidak butuh persiapan lama. Gimana? ” tanya Kak Adi  “ oke kak setuju gimana kalau isi kupon nya itu puisi,drama,nyanyi dan stand up kak” usul salah satu anak Dewan Ambalan “ kalau stand Up nya di ganti lain gimana, ada yang punya usul lain” solusi kak Adi “kak tadi kan udah ada drama,nyanyi,puisi sama stand up kan, lha yang belum dapet pengisi itu kan cuman 3 regu,gimana kalau yang nyanyi nggak usah kak, kalau nyanyi itu udah terlalu biasa kak.kalau menurut aku stand up nya nggak papa nyanyi nya aja yang di hilangkan kak gimana ?” usul Zahra kepada kak Adi “oke,untuk menyingkat brifing kita pagi ini fix ya jadi saat acara api unggun salah satu dari Dewan Ambalan ada yang mengisi acara itu,untuk mengisi acara saat api unggun saya serahkan ke Dito dan  Nadia, dan untuk menutup brifing kita pagi ini,Jingga segera kumpulkan anak-anak dan nanti saya susul” perintah kak Adi ke Jingga ‘’ baik kak” jawab Jingga tidak menolak “ saya tutup brifing pagi ini,wasaalamu’alaikum wr.wb”
 Sesampainya di bumi perkemahan Jingga,Nadia beserta Dewan Ambalan yang lain segera mangarahkan peserta kemah untuk mendirikan tenda “Adik-adik yang butuh bantuan mendirikan tenda bisa memanggil salah satu kakak-kakak Dewan Ambalan” kata kak Ketua “baik kak’ jawab adik-adik peserta kemah.
Jingga yang duduk di dekat tenda sekretarian merenungi sesuatu
“Tebakan apalagi yang Engkau berikan kepadaku Ya Rabb. Tek teki apalagi yang ingin aku pecahkan lagi untuk membuktikan bahwa aku adalah wanita yang tegar dan bisa memendam semuanya secara rapih.
Malam itu,dia memberikan sebuah jaket untuk aku kenakan saat aku kedinginan. Aku bersin-bersin dia menyodorkan minumnya untukku. Dia mengantarkanku pulang karena kemalaman,dia memberikan snacknya saat acara sekolah itu gara-gara aku nggak dapet snack.
aku artrikan apa itu semua ? aku terjemahkan seperti apa itu!! Aku sering memperhatikan gerak geriknya kepada orang lain tapi tak se gila itu padaku ! aku takut salah menafsirkan itu semua,aku takut itu hanya bayangan semu yang tak ada wujud aslinya ! Lihatlah di sana,dia tetap menjadi Adi yang tak pernah se perhatian itu,dia memantu jika di panggil,dia tersenyum jika ada orang yang senyum kepadanya. Tak senyum kepada orang yang ia temui ! apa itu !! itu apa !! aku takut ! aku sangat takut untuk hal ini. Aku tak ingin melukai hatiku sendiri,semakin aku berkata tidak semakin jelas perhatian itu padaku. Aku takut ... aku sangat takut . satu lagi yang membuatku tak mengerti,kenapa hanya datang saat aku butuh,bukan saat aku ingin perhatiannya? Malaikat disampingmukah yang menuntunmu itu ? semoga”
 Jingga yang daritadi menundukan kepalanya seketika langsung mendangak dan  menarik nafas dalam dalam agar badanya dan fikiranya lebih tenang.
Bumi perkemahan yang tenang,yang nyaman,udara yang dingin,menari yang malu malu menyapa dunia,anak anak yang asyik dengan tali pramuka beserta tongkatnya,tertawa,kebingungan,senang,cemas,takut, semua ekspresi ada di disini. Jingga yang sedari tadi memperhatikan Kak Adi yang sedang mendirikan tenda untuk ia tempati dengan keringat yang bercucuran,ingin sekali Jingga hadir di sampingnya untuk menawarkan tisu yang ada di tasnya, tapi siapa Jingga? Yang ada malah Jingga dikatan caper,dikatakan sok kenal,sok jadi malaikat. Jingga hanya bisa menatapnya di dekat tenda sekretariat yang suda dibuat oleh kakak-kakak yang semalam sudah berada disini.
Siang telah berganti sore,saatnya jelajah sore jadwal Jingga dan Nadia yang bertugas sebagai penjaga posko 3 .
“Jingga,Nadia kalian bertugas di posko 3,nanti saya dan Ando susul dan yang lain bertugas di posko 1,2dan 4,nanti saya berkunjung satu satu posko,dan Zahra kamu sekarang kumpulkan anak-anak di lapangan depan tenda sekretariat”  jelas kak Adi kepada anggota Dewan Ambalan yang lain “jelas semuanya?” tegas Kak Adi “Siap Jelas” jawab anggota Dewan Ambalan yang lain.
“Bintang,kerlipkanlah sinarmu padanya,anggap kerlipan itu titipan salam dareiku untuknya. Bulan sinarkanalah sinarmu yang belum pernah engkau sinarkan dan sinarkanlah untuknya anggap itu sebagian senyumku untuknya yang belum pernah aku berikan.
Dekat dan sangat dekat ragaku sangat dekat !! satu pemikiran,satu langkah,satu tujuan. Tapi tidak untuk hati, ehh tapi entah juga. Aku tak begitu tau,bahkan tak pernah tau isinya. Sebegitu rapikah dia menyimpanya semua ? dan sebegitu tenangkah dia menatanya ? aku ? sedangkan aku ? butuh waktu untuk membuat ombak itu tenang,butuh waktu untuk menata semuanya sepertimu. Ajari aku kakk !! aku butuh bimbingan itu ! tapi,lorong waktu tak mengijinkanya . “
 
Jingga berhenti melamun di petang hari badanya terasa dingin,hidungnya memerah,ia merasa ingin bersin-bersin dan Jingga butuh air hangat beserta jaket tebal. Jingga tetap melawan rasa itu semua,ia tak ingin melewatkan lampu kota yang berkerlip seperti bintang yang ia titipi salam untuk Kak Adi. “Tenang,setenang genangan air” Jingga bergumam sambil memeluk tubuhnya yang sedang melawan rasa dinginya itu. “Nih air panas sama jaket” ketenangan Jingga sirna dengan suara dan aroma parfum yang ia sadari ternyata Kak Adi. Jingga hanya menerimanya dan tidak mengeluarkan sepatah katapum,terimakasihpun tak ia lonntarkan “kenapa saat aku butuh kamu selelu datang kak,sedangkan saat aku ingin kau datang tapi ...” Jingga menahan nafas sesaat. Kak Adi langsung duduk bersebelahan dengan Jingga tanpa aba-aba dari Jingga “Cepet diminum nanti keburu bersin-bersin,terus MC kita gagal”  Jingga yang sedari tadi masih hening langsung melontarkan kata-kata yang seharusnya ia ucapkan sedari tadi “terimaksih kak”  senyuman yang ia titipkan kepada bulan kini terlontar dari bibir Jingga untuk Kak Adi “iya,masih dingin nggak” tanya Kak Adi yang masih pada posisi semula menatap lurus ke depan “masih kak” jawab Jingga singkat “keren ya kota dibawah sana?” kata Kak Adi “iya kak,keren. Coba deh kak dibawah sana kan kota yang lampunya kerlap kerlip,terus kakak liat ke atas.” Terang Jingga yang berusaha ingin menunjukan bahwa bumi dan langit itu hampir sama “emang ada apa langit sama kota?” tanya Kak Adi yang terlihat masih tidak tau maksud Jingga “langit sama bumi itu hampir sama kak” terang Jingga perlahan “percaya nggak kak?” tanya Jingga lagi “ohh iya aku tau maksud kamu hehehe” jawab Kak Adi dengan senyum tanggungnya.
Hening semuanya hening,Jingga sibuk dengan jaket yang Kak Adi pinjamkan untuk kehangatan raganya dan masih dengan do’a do’a yang ia panjatkan kepada bumi dan langit. Sedang Kak Adi sibuk dengan tatapan lurusnya pada lampu kota yang ia pandang dan sesekali Kak Adi menatap bintang yang Jingga jelaskan hampir sama dengan lampu kota,dan salah satu bintang itu berkerlip seterang lampu kota yang ia tatap. Itulah salah satu do’a yang terkabul malam itu juga dari Jingga untuk Kak Adi. Entah Kak Adi juga berdo’a sesuatu atau tidak. Berdo’a sama apa yang sedang Jingga lakukan. Semoga bumi dan langit malam itu berbaik hati untuk mengabulkan do’a yang Jingga panjatkan beserta impian apapun tentang Kak Adi.

“Senyumanmu sinari setiap kesedihan dihati
Tatapanmu hiasi setiap sudut angan-anganku
Mungkinkahku jadi pilihan hatimu
Tiada henti ku slalu ber angan
          Andai dirimu memilih hatiku
          Kan ku serahkan cinta tulus dihatiku
          Meski kau takan pernah tau ketulusan hatiku ini
          Biar Kusimpan Dalam Mimpi
Keindahan,hatimu slalu membuatku terkagum
Keindahan,hadirmu sungguh kudambakan saat ini
Mungkinkahku jadi pilihan hatimu
Tiada henti ku slalu ber angan”